BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Semakin banyak dan kompetitifnya
persaingan di dunia bisnis memicu setiap perusahaan untuk mengupayakan
langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai sasaran. Syarat yang harus
dipenuhi oleh suatu perusahaan agar dapat sukses dalam persaingan adalah
berusaha mencapai tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan
(Levitt, 1987). Dengan potensi dan kemampuan yang
maksimal upaya perusahaan
dalam mempengaruhi masyarakat adalah melalui strategi pemasaran yang didalamnya
terdapat elemen berupa komunikasi pemasaran (promosi).
Berbicara
mengenai pemasaran berarti juga berbicara tentang komunikasi. Perusahaan juga
harus berkomunikasi dengan para pemercaya (stakeholder) yang ada sekarang dan
yang potensial, serta masyarakat umum. Setiap perusahaan tidak dapat
menghindari perannya sebagai komunikator dan promoter. Bagi sebagian besar
perusahaan, pertanyaanya bukan apakah akan melakukan komunikasi tersebut atau
tidak, tetapi lebih pada apa yang akan dikomunikasikan, kepada siapa, dengan
cara apa, dan seberapa sering.
Perusahaan
perlu mengadakan promosi untuk memperkenalkan produknya pada pembeli dan
masyarakat sehingga mereka tertarik untuk memiliki produk yang ditawarkan oleh
perusahaan. Promosi merupakan salah satu factor penentu keberhasilan suatu
program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum
pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka,
maka mereka tidak akan pernah membelinya. Pada hakekatnya promosi adalah suatu
bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah
aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk,
dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia
menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang
bersangkutan.
Komunikasi
pemasaran atau promosi itu sendiri terdiri dari lima elemen yang meliputi
periklanan, personal selling, promosi penjualan, direct marketing, dan public
relations (Corey, 1991). Pentingnya
promosi untuk menciptakan tingkat kepercayaan masyarakat yang baik terhadap
produk maupun perusahaan sehingga akan mempengaruhi masyarakat untuk
menggunakan atau mengkonsumsi produk tersebut.
Sebagai salah satu pelopor minuman pro
biotik terkenal di Indonesia tentunya PT. Yakult Indonesia Persada menghendaki
datangnya pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang ada agar tidak
beralih ke produk pesaing. PT. Yakult Indonesia Persada merupakan
perusahaan multi bisnis yang juga berpotensi untuk mencari laba atau keuntungan
dari produk yang dihasilkan. Hal ini sudah tidak dipungkiri bahwa Yakult perlu
melakukan promosi untuk dapat menarik minat masyarakat agar membeli produknya.
Tetapi Yakult sudah menerapkan kelima alat promosi tersebut. Yakult sudah
mengiklankan produknya melalui media baik cetak maupun elektronik, memasarkan
produknya secara langsung, adanya penjualan personal, melakukan promosi
penjualan, dan kegiatan hubungan masyarakat.
Dengan 5 unsur promosi
tersebut, apakah upaya promosi yang dilakukan oleh Yakult merupakan bagian dari
perhatian dari masyarakat sehingga mereka melakukan pembelian atau mengkonsumsi
Yakult dan akhirnya loyal terhadap produk tersebut. Untuk mengukur seberapa besar pengaruh
promosi yang telah dilakukan oleh Yakult, maka penulis tertarik untuk mengambil
penelitian yang berjudul, “Analisis Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan
Pembelian Produk Yakult Pada PT. Yakult Indonesia Persada Cabang Samarinda.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar